Tim Penyuluh Mabes TNI Edukasi Warga Payung Sekaki Cegah Karhutla, Sembako Disalurkan kepada Warga Terdampak

Tim Penyuluh Mabes TNI Edukasi Warga Payung Sekaki Cegah Karhutla, Sembako Disalurkan kepada Warga Terdampak

Pekanbaru(tindaktegas.com)  – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi dan sinergi lintas sektor. Tim Penyuluh Mabes TNI bersama Pasis KKL Wilhan dan Binsat di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 memberikan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan Karhutla kepada masyarakat Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Payung Sekaki, Jalan Fajar Ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan dihadiri Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Marsma TNI Setiawan W beserta tim, Kolonel Czi. Agung Isa selaku Patuk Seskoad beserta Pasis KKL Wilhan dan Binsat di wilayah Kodam XIX/TT Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026, Plt. Camat Payung Sekaki Abdullah S.Ttp, Pasi Ops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh. Nirzam, Danramil 03/Senapelan Kapten Arh. Madia Erfan Hadi, S.Sos, Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin Lumban Gaol, S.H., M.M., para Babinsa dan Bhabinkamtibmas, lurah, Ketua RT/RW, LPM, LPS serta masyarakat Kecamatan Payung Sekaki.

Dalam sambutannya, Plt. Camat Payung Sekaki Abdullah S.Ttp menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Penyuluh Mabes TNI yang secara langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Payung Sekaki memiliki wilayah yang cukup luas dan sebagian di antaranya merupakan kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

“Apabila terjadi Karhutla, proses pemadaman tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, bahkan dapat membutuhkan waktu beberapa hari. Kami bersama Forkopimcam, Danramil, Kapolsek dan seluruh unsur terkait pernah melaksanakan pemadaman Karhutla selama kurang lebih tujuh hari,” ujarnya.

Menurutnya, Kelurahan Bandar Raya dan Kelurahan Air Hitam menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki potensi rawan Karhutla. Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi bersama seluruh unsur terus ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI Marsma TNI Setiawan W mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap pencegahan Karhutla sebagai tanggung jawab satu pihak saja.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah Karhutla. Kami mengajak pemerintah, TNI-Polri, RT/RW dan masyarakat untuk meningkatkan patroli, pemantauan serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api,” kata Marsma TNI Setiawan.

Ia juga menegaskan pentingnya menghindari pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya dapat merugikan masyarakat, lingkungan dan kesehatan,” tegasnya.

Dalam penyuluhan tersebut, Tim Mabes TNI bersama Pasis KKL memberikan pemahaman mengenai Karhutla, mulai dari faktor penyebab, dampak terhadap lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi, hingga langkah-langkah pencegahan serta penanggulangannya.

Masyarakat juga diingatkan untuk melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing, mengenali tanda-tanda awal kebakaran, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

Tim Penyuluh menekankan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat dan para relawan.

“Masyarakat merupakan garda terdepan dalam pencegahan Karhutla. Karena itu, mari bersama-sama mencegah sebelum terjadi, mengenali tanda-tanda awal, melaporkan dengan cepat dan menanggulangi secara bersama-sama,” pesan Marsma TNI Setiawan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga yang terdampak Karhutla. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang merasakan dampak dari bencana kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kegiatan penyuluhan dan pemberian bantuan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan sejak dini. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat pun diharapkan semakin kuat dalam menjaga lingkungan serta menciptakan wilayah Kota Pekanbaru yang aman dari ancaman Karhutla.