GRANAT Dukung Satgas Anti Narkoba, Tekankan “Bersih-Bersih dari Dalam” Jadi Kunci Bongkar Jaringan Hulu-Hilir
TINDAKTEGAS | PEKANBARU,(26/04/26) – Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di Provinsi Riau mendapat dukungan kuat dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT). Namun, di balik dukungan tersebut, GRANAT menegaskan satu pesan penting yang tidak bisa diabaikan: pemberantasan narkoba harus dimulai dari dalam institusi itu sendiri.
Ketua Umum Henry Yosodiningrat menilai langkah pembentukan Satgas merupakan momentum strategis yang harus dimanfaatkan secara serius dan berkelanjutan. Ia menyebut, Riau selama ini bukan sekadar wilayah transit, melainkan telah lama berada dalam bayang-bayang ancaman narkotika yang tinggi, bahkan menjadi salah satu titik rawan dalam peta peredaran nasional.
“Pembentukan Satgas ini adalah langkah yang tepat dan harus kita dukung bersama. Tapi perlu ditegaskan, perang melawan narkoba tidak cukup hanya di permukaan. Yang paling penting adalah melakukan pembersihan dari dalam institusi. Jika ini tidak dilakukan, maka upaya pemberantasan akan selalu bocor,” tegas Henry.
Menurutnya, salah satu titik krusial yang harus menjadi perhatian serius adalah lembaga pemasyarakatan (Lapas). Ia menyebut, Lapas kerap menjadi simpul penting yang justru bisa membuka tabir besar jaringan narkotika, baik dari sisi hulu maupun hilir.
“Lapas itu bukan hanya tempat menjalani hukuman. Di sana justru tersimpan banyak informasi penting. Kalau dibenahi dengan serius, dari sanalah kita bisa mengetahui siapa pemain utama, bagaimana jalur distribusi, dan bagaimana jaringan itu bekerja. Jadi pembenahan Lapas adalah kunci untuk membongkar jaringan secara utuh,” ujarnya.
Henry juga mengingatkan bahwa narkotika merupakan kejahatan terorganisir yang memiliki sistem kuat, sehingga penanganannya tidak bisa parsial. Ia menekankan pentingnya integritas aparat dan pengawasan internal agar tidak terjadi praktik yang justru melemahkan upaya pemberantasan.
Senada dengan itu, Ketua DPD GRANAT Riau Freddy Simanjuntak menegaskan bahwa dukungan terhadap Satgas harus dibarengi dengan keberanian untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk di dalam tubuh lembaga penegak hukum dan institusi terkait.
“Riau ini sudah lama berada dalam kondisi darurat narkoba. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara di permukaan. Apa yang disampaikan Ketua Umum sangat jelas, bahwa bersih-bersih dari dalam itu wajib. Kalau tidak, maka jaringan narkoba akan terus menemukan celah,” kata Freddy.
Ia menambahkan, pembenahan internal bukan untuk melemahkan institusi, melainkan justru untuk memperkuat kepercayaan publik dan efektivitas penegakan hukum.
“Ini bukan soal menyalahkan, tapi memperbaiki. Kita ingin Satgas ini benar-benar bekerja maksimal. Kalau dari dalam sudah kuat dan bersih, maka penindakan di luar akan jauh lebih efektif,” lanjutnya.
GRANAT Riau juga menyatakan siap bersinergi dengan seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, dalam upaya pencegahan, edukasi, hingga pengawasan terhadap peredaran narkoba di masyarakat.
Dengan latar belakang Riau sebagai salah satu daerah yang kerap disebut dalam jalur peredaran narkotika, pembentukan Satgas ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi benar-benar menjadi titik balik dalam memutus mata rantai jaringan dari hulu hingga ke akar paling dalam.
Pesan yang digaungkan GRANAT pun jelas: perang melawan narkoba tidak cukup hanya di garis depan, tetapi harus dimulai dari dalam, dari titik paling sensitif yang selama ini kerap luput dari sorotan.(*)
Rilis: Bro | Red




