Germas PPA Berharap Lavo disc Duri Bisa Buat Aturan Tegas Demi Lindungi Anak Anak
Pekanbaru(tindaktegas.com) - Keberadaan Lavo disc di Mall Mandau,Kecamatan Mandau Bengkalis sangat meresahkan masyarakat.Diduga Lavo disc kerap dijadikan oleh anak muda sebagai lokasi untuk berbuat mesum dan asusila.Mirisnya para pengguna Lavo disc mayoritas anak anak dibawah umur.Bahkan desas desus yang beredar ada beberapa gadis belia yang hamil diluar nikah akibat melakukan hal tak senonoh di Lavo disc.
Keresahan masyarakat ini turut disuarakan oleh Rika Parlina selaku Wakil Ketua Germas PPA.Menurutnya keberadaan Lavo disc bagaikan sarana murah bagi anak anak untuk melakukan hal mesum.Lavo disc telah menyediakan ruangan atau studio mini privat untuk menonton film dengan suasana remang-remang.Kondisi ini menjadi anak dibawah umur bebas berbuat sesuka hati.
"Lavo disc diduga telah merusak tatanan budaya dan sosial di kota Mandau.Tanpa kontrol dan aturan yang tegas Lavo disc diduga memberikan sarana untuk orang berbuat asusila dan zina.Kondisi ruangan yang privat dan remang remang makin mendukung suasana.Jadi banyak predator anak dan perilaku cabul menjadikan Lavo disc sebagai lokasi utama."
Hal itu terbongkar dari pengungkapan kasus dugaan persetubuhan anak bawah umur oleh Polsek Mandau, Polres Bengkalis, seperti yang diberitakan beberapa media online lokal,"ujar Rika Parlina
"Bahkan baru baru ini Polsek Mandau berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak bawah umur tersebut Polsek Mandau.Dalam pengungkapan ini Polsek Mandau mengamankan satu orang berinisial AJS 23 tahun, Rabu (13/5) lalu.Selain itu juga ada dugaan adanya anak dibawah umur yang hamil akibat disetubuhi di Lavo disc,"
Germas PPA sebenarnya tidak bisa juga melarang keberadaan Lavo disc.Hanya saja Rika Parlina berharap ada ketentuan dan aturan yang resmi dan tegas.Dalam memberikan izin atau tiket harus bisa membedakan usia pengunjung.Jangan cuma demi kepentingan dan bisnis tak peduli apa efek negatif yang akan terjadi.
"Kalau soal bisnis dari Lavo disc itu merupakan hak mereka.Tapi jangan asal ada pelanggan saja.Tak peduli mau anak bawah umur yang masuk atau sudah dewasa.Apakah yang datang adalah pasangan atau teman yang tak ada ikatan.Kalau usia dewasa itu yang akan menanggung resiko mereka,tapi jika anak yang dibawah umur maka itu tanggung jawab kita bersama."lanjut Rika Parlina
"Tumbuh kembang dan moral anak anak adalah tanggung jawab bersama.Moral bangsa adalah prioritas diatas segala-galanya.Jangan cuma karena kepentingan pribadi dan kelompok tak peduli merusak anak bangsa.Menciptakan kota layak anak adalah kewajiban yang mesti dijalankan.Sebagai negeri Melayu maka juga tak pantas ada tempat seperti itu."urai Rika Parlina
"Kami berharap agar menajemen Lavo disc bisa memperbaiki pengelolaan yang ada.Buatlah aturan yang jelas dan tegas.Jika yang datang dan berkunjung adalah anak anak dibawah umur maka jangan biarkan mereka menikmati fasilitas yang ada.Keberadaan Lavo disc cukuplah dinikmati oleh orang orang dewasa, ataupun jika memang untuk anak dibawah umur yang datang harus didampingi orang dewasa."pungkas Rika Parlina
Amrizal




