Pengurus ICMI Bengkalis Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Kasmarni Dorong ICMI Jadi Mitra Strategis Pembangunan

Pengurus ICMI Bengkalis Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Bupati Kasmarni Dorong ICMI Jadi Mitra Strategis Pembangunan

BENGKALIS(tindaktegas.com)  – Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Bengkalis periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Riau, Drg. H. Burhanuddin Agung, MM, di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam kepengurusan tersebut, Dr. Rinto, SE, M.Si dipercaya sebagai Ketua ICMI Orda Kabupaten Bengkalis periode 2026–2031. Ia didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Dr. Alma'arif, S.Th.I., M.Hum., H. Khairi Fahrizal, ST., MPWK., dan Sri Mawarti, M.AP., sebagai Wakil Ketua.

Sementara itu, Ridho Muhajir dipercaya sebagai Sekretaris, didampingi Dadang Suhenda, S.Kom., Sopian Elharfani, SH., MH., dan Syafrizal, S.Tr.T., sebagai Wakil Sekretaris.

Untuk posisi Bendahara dipercayakan kepada Dr. Nuryasni Yazid, S.Ag., M.Sy., dengan Wakil Bendahara Muhrodin, S.Pd.I., MM., dan Fakhriyani, S.Akun., serta sejumlah pengurus dan anggota lainnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis Dr. Ersan Syaputra, unsur Forkopimda, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Ketua MKA LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H. Amrizal, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis Drs. H. Khaidir, serta tokoh agama dan masyarakat.

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan tahniah kepada seluruh jajaran pengurus ICMI Orda Bengkalis yang baru dilantik.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat dan tahniah kepada ketua beserta seluruh jajaran pengurus ICMI Orda Bengkalis periode 2026–2031 yang pada hari ini resmi dilantik,” ujar Kasmarni.

Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab dan integritas, sehingga ICMI Bengkalis semakin solid, progresif serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, masyarakat dan daerah.

Menurut Kasmarni, tema pelantikan ICMI, yakni “Peradaban Islam dan Masa Depan Indonesia: Membangun Bangsa Berbasis Ilmu, Inovasi dan Akhlak”, sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta perubahan ekonomi dan sosial, kata Kasmarni, menuntut semua pihak untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi turut menjadi pelaku perubahan.

“Untuk itu, kita membutuhkan tiga kekuatan utama, yakni ilmu untuk membangun kapasitas, inovasi untuk menciptakan kemajuan, dan akhlak untuk memastikan kemajuan tetap berada di jalan yang benar,” tegasnya.

Kasmarni menilai ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sementara inovasi tanpa moral dapat kehilangan kendali. Sebaliknya, ilmu dan inovasi yang dibangun di atas nilai-nilai akhlak akan menjadi kekuatan besar dalam membangun peradaban.

Lebih lanjut, Kasmarni menegaskan ICMI memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, ICMI tidak cukup hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi harus mampu menerjemahkan ilmu menjadi amal, gagasan menjadi gerakan, serta inovasi menjadi kemanfaatan bagi masyarakat.

“Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyadari bahwa kami tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi para ulama, akademisi, cendekiawan, tokoh agama, generasi muda, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia berharap ICMI Orda Bengkalis dapat menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam menghadirkan gagasan dan rekomendasi pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

ICMI juga diharapkan ikut mendorong lahirnya generasi muda Bengkalis yang unggul dalam pendidikan, adaptif terhadap teknologi, kreatif dalam berinovasi, namun tetap kokoh dalam nilai-nilai agama dan budaya Melayu.

Selain itu, ICMI diminta turut memperkuat literasi masyarakat, ekonomi umat, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta menjadi kekuatan moral dalam menjaga persatuan, kerukunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Jangan biarkan kecendekiawanan berhenti di ruang diskusi. Turunkan gagasan ke lapangan, sentuh persoalan masyarakat, dan hadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” pesan Kasmarni.

Buku Kapita Selekta ICMI Resmi Diluncurkan

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kasmarni juga menyampaikan apresiasi atas lahirnya karya intelektual ICMI berupa buku Kapita Selekta “ICMI Orda Kabupaten Bengkalis Membangun Daerah.”

Kasmarni berharap buku tersebut tidak hanya menjadi kumpulan gagasan, tetapi menjadi bagian dari amal intelektual dan amal pengabdian ICMI dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan Kabupaten Bengkalis.

“Semoga karya ini menjadi referensi, inspirasi dan pemantik lahirnya lebih banyak gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah,” ujarnya.

Buku tersebut kemudian secara resmi diluncurkan oleh Bupati Bengkalis dengan pembacaan “Bismillahirrahmanirrahim”.

Kasmarni mengajak seluruh pihak menjadikan ilmu sebagai cahaya, nilai-nilai keislaman sebagai landasan, inovasi sebagai kekuatan dan kolaborasi sebagai jalan perjuangan untuk menghadirkan pembangunan yang semakin berkualitas, berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kasmarni juga menyampaikan bahwa setelah pelantikan akan dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara dirinya selaku Bunda PAUD Kabupaten Bengkalis, perangkat daerah terkait dan para mitra PAUD dalam mendukung implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah melalui PAUD berkualitas guna menyongsong Generasi Emas 2045.

Kasmarni menegaskan, komitmen tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen maupun seremoni semata, tetapi harus diwujudkan melalui program dan kegiatan nyata.

“Kita harus memastikan setiap anak di Kabupaten Bengkalis memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan prasekolah yang berkualitas,” tegasnya.

Kepada perangkat daerah dan mitra PAUD, Kasmarni meminta agar komitmen yang ditandatangani diterjemahkan ke dalam program sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Menurutnya, setiap komitmen harus memiliki tindak lanjut, target, penanggung jawab dan evaluasi agar hasilnya dapat diukur serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Khusus kepada camat dan kepala desa, Kasmarni meminta agar segera melakukan pendataan dan identifikasi anak usia 5–6 tahun yang belum memperoleh layanan PAUD, menggerakkan keluarga dan masyarakat, serta mendukung keberadaan dan penguatan satuan PAUD di desa.

“Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena persoalan akses, informasi, atau lemahnya koordinasi,” pesannya.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan komitmen tersebut sebagai gerakan bersama. Pemerintah, sekolah, desa, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan seluruh mitra harus mengambil peran dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Generasi Emas 2045 tidak kita siapkan nanti, namun harus kita mulai dari sekarang. Kita bangun fondasinya hari ini dan kita siapkan generasinya untuk masa depan,” pungkas Kasmarni.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasilog Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Ucok Doni Samosir mewakili Dandim 0303/Bengkalis, Kabag SDM Polres Bengkalis AKP M. Sahudi, S.H., M.H. mewakili Kapolres Bengkalis, Danposal Bengkalis Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, para Staf Ahli dan Asisten Setda Bengkalis, para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.