Tim Karhutla Mabes TNI Tinjau Pembuatan Sumur Bor di Wilayah Kodim 0301/Pekanbaru
Pekanbaru(tindaktegas.com) – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan TNI di wilayah Kota Pekanbaru. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembuatan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Selasa (1/9/2026), Tim Karhutla Mabes TNI melaksanakan peninjauan pembuatan sumur bor di Jalan PGRI Ujung RT 03/RW 02, Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, wilayah Kodim 0301/Pekanbaru.
Peninjauan dipimpin Katim Karhutla Mabes TNI Marsma TNI Setiawan W, didampingi Kolonel Sus Adam Sofan, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Denis, Mayor Mar Jonathan, Mayor Arh Adhy, Pasiops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh Nirzam, S.Sos., serta Babinsa Koramil 06/Sukajadi Serka Toni Efendi.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembuatan sumur bor berjalan sesuai kebutuhan di lapangan sekaligus melihat kesiapan sarana pendukung yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam menghadapi potensi karhutla.
Marsma TNI Setiawan W mengatakan, pembuatan sumur bor merupakan salah satu langkah konkret untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Ketersediaan sumber air dinilai sangat penting, terutama saat kondisi cuaca panas yang dapat menyebabkan sumber air permukaan mengalami keterbatasan.
“Pembuatan sumur bor ini merupakan salah satu langkah konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Pembangunan sarana sumber air ini juga merupakan bagian dari perintah Presiden Republik Indonesia sebagai upaya memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla di daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan,” ujar Marsma TNI Setiawan W.
Menurutnya, keberadaan sumur bor diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi aparat dan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat akibat kebakaran.
“Ketersediaan sumber air sangat penting, terutama ketika kondisi cuaca panas dan sumber air permukaan mengalami keterbatasan. Dengan adanya sumur bor, diharapkan kebutuhan air untuk penanganan kebakaran dapat lebih cepat dipenuhi sehingga apabila terjadi titik api, respons di lapangan bisa dilakukan sedini mungkin,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah pencegahan harus dilakukan sebelum munculnya kebakaran yang lebih besar. Karena itu, sarana pendukung seperti sumur bor perlu dipastikan dapat berfungsi dengan baik dan siap digunakan sewaktu-waktu.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Pencegahan harus menjadi prioritas. Karena itu, pembangunan sumur bor ini harus benar-benar dipastikan manfaatnya, dirawat dan dapat digunakan dengan baik ketika dibutuhkan,” tegasnya.
Marsma TNI Setiawan W juga menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kebakaran maupun mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi.
“Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD, MPA dan masyarakat untuk melakukan pencegahan serta penanganan secara cepat dan terpadu. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” ungkapnya.
Dengan adanya pembangunan sumur bor tersebut, diharapkan kesiapan menghadapi karhutla di wilayah Pekanbaru semakin kuat. Selain menjadi sumber air saat kondisi darurat, keberadaan fasilitas ini juga menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalkan risiko meluasnya kebakaran.
“Harapan kita, dengan adanya sarana pendukung seperti sumur bor ini, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat semakin optimal, sehingga masyarakat dan lingkungan dapat terlindungi dari dampak kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Marsma TNI Setiawan W.
Amrizal




