Putra Daerah Harus Bersatu, Alexander “Alex Cowboy” Ajak Anak Melayu Riau Jaga Marwah Bumi Lancang Kuning

Putra Daerah Harus Bersatu, Alexander “Alex Cowboy” Ajak Anak Melayu Riau Jaga Marwah Bumi Lancang Kuning

TINDAKTEGAS | PEKANBARU ,(17/05/26)— Di tengah berbagai persoalan sosial, konflik lahan, hingga dinamika pembangunan yang terus bergerak di Provinsi Riau, sosok Alexander Alex Cowboy atau yang akrab disapa Alex Cowboy, kembali menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan anak Melayu di Bumi Lancang Kuning.

Bagi Alex Cowboy, menjaga marwah Tanah Melayu bukan hanya tentang adat dan budaya semata, tetapi juga tentang bagaimana putra daerah mampu berdiri bersama, saling menjaga, dan tidak tercerai-berai oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sebagai Ketua Umum Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau, dirinya menilai bahwa masyarakat Melayu memiliki nilai luhur yang sejak dahulu diwariskan para orang tua terdahulu. Nilai itu tercermin dalam sikap saling menghormati, menjaga kampung halaman, serta memperjuangkan hak masyarakat dengan cara yang bermartabat.

“Sekali layar terkembang, surut kita berpantang,” menjadi prinsip perjuangan yang terus digaungkan Alex Cowboy dalam setiap aktivitas sosial dan advokasi masyarakat. Menurutnya, peribahasa Melayu tersebut bukan sekadar untaian kata, melainkan simbol keteguhan hati anak negeri dalam menjaga tanah kelahiran.

Ia juga mengingatkan bahwa anak jati Melayu jangan sampai menjadi penonton di negeri sendiri. Putra daerah, kata dia, harus memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekitar, terutama terhadap persoalan hak-hak masyarakat kecil yang kerap membutuhkan pendampingan dan keberanian untuk bersuara.

Dalam berbagai kesempatan, Alex Cowboy dikenal aktif turun langsung mendengar aspirasi warga. Mulai dari persoalan lahan masyarakat, hak plasma, hingga isu sosial lainnya, ia berupaya hadir bukan hanya sebagai pemimpin organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan persoalan di lapangan.

Menurutnya, persatuan masyarakat Melayu Riau harus dibangun di atas semangat kebersamaan, bukan perpecahan. Ia percaya, ketika anak negeri mampu saling merangkul dan menjaga kekompakan, maka marwah Melayu akan tetap berdiri tegak di tengah perkembangan zaman.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” menjadi pesan yang terus ia sampaikan kepada generasi muda Melayu agar tidak melupakan adat, budaya, dan rasa kepedulian terhadap sesama.

Alex Cowboy juga menilai bahwa menjaga persatuan tidak berarti menutup diri dari siapa pun. Sebaliknya, masyarakat Melayu harus tetap terbuka, menghormati keberagaman, serta mampu hidup berdampingan dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya suasana yang damai dan harmonis di Provinsi Riau.

Di bawah kepemimpinannya, Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau terus mendorong semangat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kecil. Baginya, perjuangan tidak selalu tentang kerasnya suara, tetapi tentang keikhlasan hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Dengan semangat Melayu yang terus dijaga, Alex Cowboy berharap generasi muda Riau tetap memiliki rasa cinta terhadap tanah kelahiran serta tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya perubahan zaman.

“Kalau bukan anak negeri yang menjaga marwah negeri ini, lalu siapa lagi,” ujarnya.(*)

Sumber: Bro | Red