PMP Minta Evaluasi Lurah dan Bhabinkamtibmas Tangbar Yang Lebih Memihak Pengusaha

PMP Minta Evaluasi Lurah dan Bhabinkamtibmas Tangbar Yang Lebih Memihak Pengusaha

Pekanbaru(tindaktegas.com) - Aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh perumahan Citraland telah menimbulkan ketegangan dengan masyarakat.Dimana pada hari Sabtu(19/7) masyarakat melakukan pemblokiran jalan Gulama kelurahan Tangkerang Barat,Kecamatan Marpoyan Damai.Menurut Teva Iris selaku Ketua Pemuda Millenial Pekanbaru(PMP),konflik ini muncul akibat dari kurang bijaknya Lurah Tangkerang Barat dan juga Babinsa dalam menyikapi persoalan ini.

"Kita sangat paham bahwa selaku pengusaha,par pengelola Citraland tentu akan terus mengembangkan usahanya demi memperoleh keuntungan.Hanya saja jangan sampai hal itu bisa menimbulkan kerugian bagi masyarakat.Apalagi masyarakat yang tinggal disekitar Citraland merupakan orang yang telah bertahun tahun tinggal dan menetap disana,jauh sebelum Citraland berdiri,"ujarnya Teva Iris.

"Saat ini masyarakat merasa dirugikan oleh pengembangan yang dilakukan oleh Citraland.Banyak rumah rumah mereka yang kini jadi retak akibat aktivitas dari kegiatan yang dilakukan oleh Citraland.Belum lagi akses jalan yang bisa mereka lalui kini jadi berlobang cukup parah, sehingga hal ini membuat masyarakat merasa terganggu.Selain itu juga debu debu yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi masyarakat.Hal ini semestinya jadi bahan kajian dan pemikiran dari pengelola Citraland,Lanjut Teva Iris.

"Namun pengusaha Citraland seperti tak peduli akan hal tersebut.Mereka terus menjalankan kegiatan tanpa ada memberikan kompensasi bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak.Padahal seharusnya itu merupakan tanggung jawab mereka,baik soal rumah yang retak akibat aktivitas kegiatan maupun jalan jalan yang Sebenarnya hal ini yang diinginkan oleh masyarakat,bukan mau menghalangi kegiatan yang dilakukan oleh Citraland,tambah Teva Iris 

Dalam kesempatan yang sama Teva iris juga menyampaikan bahwa persoalan ini tidak akan berlarut larut andai Lurah dan bhabinkamtibmas bisa bijak dalam menyelesaikan.

"Persoalan ini tidak akan besar seperti ini jika lurah bisa bijak dalam menengahi persoalan ini.Seharusnya sejak awal lurah bisa mengadakan musyawarah antara masyarakat dan pengembangan sebelum kegiatan berjalan.Bukan malah diam dan terkesan memihak Pengusaha.Apa yang jadi keluhan masyarakat seharusnya bisa diperjuangkan oleh Lurah,tapi ini tidak terjadi.Bukankah permintaan yang disampaikan oleh masyarakat tidak muluk muluk,hanya meminta kompensasi atas kerugian yang diderita oleh mereka.Jadi kenapa tidak bisa diperjuangkan,terang Teva Iris.

"Demikian juga dengan Bhabinkamtibmas.Tugas personil Polri adalah melindungi dan melayani masyarakat bukan pengusaha.Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Bhabinkamtibmas malah seperti berdiri dibarisan pengusaha.Padahal kami dari awal juga telah mengingatkan Bhabinkamtibmas agar bisa netral dan berdiri ditengah tengah,jika memang tidak bisa berdiri dibarisan masyarakat.Namun nampaknya kebesaran Citraland telah membuat bhabinkamtibmas silau dan lupa atas sumpah jabatan dan kewajibannya,tegas Teva iris.

"Untuk itu agar persoalan ini bisa segera dapat solusi dan titik temu maka kami sangat berharap walikota Pekanbaru bisa mengevaluasi jabatan lurah Tangkerang Barat.Selain itu kami juga berharap agar Kapolresta dan Kapolda dapat melakukan rotasi dan mutasi atas bhabinkamtibmas Tangkerang Barat.Jika hal ini dilakukan kami yakin dan percaya bahwa persoalan ini bisa diselesaikan dan dicarikan solusi terbaik yang bisa menguntungkan kedua belah pihak,tutup Ketua PMP