JARINGAN RANDY IRAWAN: DUGAAN TRANSFER PULUHAN JUTA KE MANTAN KASAT NARKOBA YANG KINI DIPATSUS

“Pejabat yang pernah menjabat Kasat Narkoba Polres Inhil dan Polresta Pekanbaru itu kini sedang menjalani Patsus di Polda Riau bersama sejumlah personel lainnya.”

JARINGAN RANDY IRAWAN: DUGAAN TRANSFER PULUHAN JUTA KE MANTAN KASAT NARKOBA YANG KINI DIPATSUS

TINDAKTEGAS | TEMBILAHAN,(24/05/26) – Tabir dugaan jaringan narkotika yang menyeret nama Randy Irawan terus berkembang dan mulai mengarah pada dugaan aliran dana serta pola hubungan dengan sejumlah pihak. Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari beberapa narasumber di Tembilahan, sosok berinisial “Remo” disebut memiliki peran penting sebagai tangan kanan Randy Irawan, khususnya dalam urusan keuangan jaringan.

Sumber menyebut, Remo diduga menjadi orang yang dipercaya untuk mengatur distribusi dana, termasuk melakukan transfer uang kepada pihak-pihak tertentu atas arahan langsung dari Randy Irawan.

“Kalau urusan uang dan setoran, Remo yang bergerak. Dia dipercaya penuh oleh Randy,” ungkap salah seorang sumber kepada media, Sabtu (23/05/2026).

Bahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh media, terdapat dugaan aliran transfer dana dalam jumlah besar ke rekening pribadi seorang mantan pejabat Kasat Narkoba Polres Inhil sebelum pejabat saat ini menjabat.

Sumber menyebut nominal transfer yang diduga dilakukan Remo mencapai Rp50 juta dan Rp40 juta secara bertahap. Dugaan transfer tersebut disebut dilakukan atas arahan langsung dari Randy Irawan.

Nama pejabat tersebut kini juga menjadi perhatian publik karena sebelumnya sempat menjabat sebagai Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, dan berdasarkan informasi yang berkembang saat ini sedang menjalani pemeriksaan khusus (Patsus) di Polda Riau bersama sejumlah personel unit narkotika lainnya.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari Polda Riau terkait keterkaitan pemeriksaan tersebut dengan informasi yang berkembang di Tembilahan.

Dalam penelusuran media, nama Randy Irawan sendiri bukan sosok asing bagi masyarakat Tembilahan. Beberapa warga menyebut keluarga Randy cukup dikenal di lingkungan tersebut.

Masyarakat mengenang ayah Randy Irawan semasa hidupnya sebagai anggota Brimob yang pernah menjadi ajudan Gubernur Riau pada era Rusli Zainal. Sosok ayah Randy disebut dikenal loyal dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas pengamanan gubernur saat itu.

“Sewaktu hidup, ayahnya dikenal baik dan disiplin. Orang lama di Tembilahan pasti tahu beliau,” ujar seorang warga.

Sementara itu, berdasarkan informasi masyarakat, ibu Randy diketahui menjalankan usaha kantin di lingkungan Polres Tembilahan.

Tak hanya itu, masyarakat juga mulai menyoroti dugaan kepemilikan aset Randy Irawan yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Informasi yang diterima media menyebut Randy diduga memiliki dua unit rumah di kawasan dekat Lapas Tembilahan. Bahkan, sejumlah bidang tanah di sekitar lokasi tersebut hingga ke bagian belakang kawasan disebut-sebut juga merupakan aset miliknya.

“Kalau dihitung-hitung, asetnya sudah miliaran. Rumah yang dekat lapas itu bukan satu saja, kemarin Pesta Ulang Tahun anaknya luar biasa meriah” ungkap sumber lainnya.

Munculnya informasi terkait dugaan aset, aliran dana, hingga hubungan jaringan tersebut kini memantik dorongan publik agar aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada penindakan pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU), aliran rekening, hingga dugaan perlindungan terhadap jaringan.

Ketua DPD GRANAT Riau, Dr. Freddy Simanjuntak, SH, MH sebelumnya juga menegaskan bahwa pengungkapan kasus narkotika harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan.

“Kalau memang serius ingin membersihkan Riau dari narkoba, jangan hanya pemain bawah yang ditangkap. Bongkar aliran uangnya, bongkar jaringannya, bongkar siapa saja yang menikmati hasil dari bisnis haram ini,” tegas Freddy.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna menjaga asas keberimbangan informasi.(*)

Sumber: Bob | Red