Razia Narkoba di THM Pekanbaru: Andrew’s Party Mart Kembali Disorot, Jejak Lama Belum Benar-Benar Hilang
TINDAKTEGAS | PEKANBARU, (05/05/26) – Operasi pemberantasan narkotika kembali digelar Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru di sejumlah tempat hiburan malam (THM), Selasa (5/5/2026) dini hari. Kegiatan yang melibatkan DPC Granat Kota Pekanbaru ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), dengan sasaran utama peredaran narkoba di ruang-ruang hiburan malam.
Namun, dari rangkaian razia tersebut, satu titik kembali menyita perhatian publik: Andrew’s Party Mart di Jalan Jenderal Sudirman.
Di lokasi ini, petugas menemukan satu pengunjung yang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis amphetamine dan methamphetamine. Meski tidak ditemukan barang bukti di lokasi, temuan ini seperti membuka kembali luka lama yang belum benar-benar sembuh.
Andrew’s Party Mart bukan nama baru dalam sorotan. Tempat ini sebelumnya dikenal sebagai Angel Wings, sebuah THM yang sempat terseret dalam kasus narkotika yang cukup besar. Dalam peristiwa itu, lima orang yang terdiri dari personel band dan pihak manajemen terlibat dan diamankan dalam kasus serupa, meski penangkapan dilakukan di lokasi berbeda.
Dampaknya tidak kecil. Kasus tersebut menyeret institusi kepolisian ke dalam pusaran evaluasi serius, hingga berujung pada pencopotan Kasatresnarkoba Polresta Pekanbaru beserta jajaran. Saat ini, proses internal terhadap oknum yang terlibat masih bergulir di Propam Polda Riau.
Kini, dengan kembali ditemukannya pengguna narkoba di lokasi yang memiliki rekam jejak serupa, publik mulai mempertanyakan: apakah ini sekadar kebetulan, atau ada pola yang belum benar-benar terputus?
Razia yang dilakukan aparat memang menunjukkan komitmen di permukaan. Pemeriksaan badan, penggeledahan, hingga tes urine acak menjadi prosedur standar yang dijalankan. Namun, hasil yang kembali hanya menyentuh pada level pengguna menimbulkan tanda tanya besar.
- Di mana rantai pasoknya?
- Siapa yang bermain di balik layar?
Dan mengapa lokasi-lokasi yang pernah terseret kasus masih kembali muncul dalam lingkaran yang sama?
Fenomena ini memperlihatkan bahwa persoalan narkoba di THM bukan sekadar persoalan individu pengguna, melainkan indikasi adanya sistem yang bekerja lebih rapi dan tersembunyi.
Di sinilah peran pemerintah dan aparat penegak hukum menjadi krusial. Penindakan yang bersifat seremonial atau rutin tanpa pembongkaran jaringan hanya akan menjadi siklus yang berulang. Razia datang dan pergi, pengguna tertangkap, tetapi ekosistemnya tetap hidup.
Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pengelola tempat hiburan memiliki tanggung jawab yang tidak bisa dipisahkan. Pengawasan perizinan, kontrol operasional, hingga penegakan hukum harus berjalan dalam satu tarikan napas yang sama.
Tanpa itu, THM berpotensi menjadi ruang gelap yang terus berdenyut, menyimpan aktivitas yang sulit terdeteksi namun nyata dampaknya.
Kasus di Andrew’s Party Mart seolah menjadi cermin: bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menyisir permukaan. Dibutuhkan keberanian untuk masuk lebih dalam, membongkar jaringan, dan memastikan tidak ada lagi ruang aman bagi peredaran narkotika—baik di balik lampu gemerlap hiburan malam maupun di balik sistem yang membiarkannya.
Jika tidak, maka razia demi razia hanya akan menjadi ritual ramai di awal, sunyi dalam hasil.(*)
Rilis: Bob | Red




