Ini Kata Raja Pakuan Nusantara Prof Dr Suhendar SE SH LLM Di Haul Kesultanan Diraja Kerajaan Air Tiris Sekaligus HUT Yang Mulia Sultan Profesor M Yunus
Pekanbaru(tindaktegas.com) - Suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan mewarnai perayaan hari ulang tahun Diraja kerajaan Air Tiris Melayu Kampar Profesor Dr TSYDM Sultan TBA H M Yunus Abdullah Rahmatsyah Di Rumah makan pondok patin kamis 20 Agustus 2026.
Prof Dr Suhendar SE SH LLM dari Utusan Kehormatan Indonesia Presiden ASEAN University Internasional mengatakan."Saya hadir pada kesempatan ini atas undangan, sekaligus dalam rangka menghadiri ulang tahun ke-69 Bapak Profesor yang mulia, Raja Profesor Doktor Muhammad Yunus".ungkapnya
Di usia yang ke-69 tahun ini, saya melihat beliau telah mencapai kematangan yang cukup. Insyaallah, harapan saya semoga kita semua senantiasa diberikan kesuksesan dan dapat saling membantu.
Karena kita ini, kalau tanpa kebersatuan, akan mudah terjadi perpecahan. Perpecahan itu sangat mudah, tetapi mencari kesatuan dan membangun persatuan adalah sesuatu yang amat sangat sulit.
Saya bangga dengan Kerajaan Air Tiris yang memiliki semangat untuk menyatukan umat. Pada hari ini saya mengucapkan selamat. Dari berbagai sektor telah hadir para tamu, bahkan ada yang datang dari luar negeri, di antaranya Duta Besar Bangladesh dan tamu-tamu lainnya. Bahkan, dari kerajaan di India juga hadir.
Saya melihat ini sebagai sebuah kerajaan yang dahulu mungkin sudah tidak diakui lagi. Namun, mudah-mudahan dengan kembali hadirnya kerajaan-kerajaan seperti ini, kita dapat semakin mempererat tali persaudaraan.
Saya yang sebelumnya tidak pernah ke Riau, akhirnya bisa datang ke Riau dan mendapatkan saudara di Riau. Yang tidak memiliki saudara di Malaysia, kini bisa memiliki saudara di Malaysia. Bagi yang ingin datang ke Bangladesh, kita juga memiliki saudara di Bangladesh.
"Inilah mungkin arti daripada persaudaraan yang kita bangun melalui kerajaan-kerajaan ini".
Jadi, bukan berarti kita ingin membuat negara di dalam negara. Ini tetap merupakan warisan dari nenek moyang kita yang wajib kita jaga dan lestarikan.
Saya kebetulan selaku Raja Pakuan Nusantara. Kami juga tetap berupaya melestarikan warisan Pakuan, termasuk keberadaan Pakuan Royal Pakuan yang hadir di Bogor.
Amrizal




