Cegah Karhutla Sejak Dini, Mabes TNI Tinjau Pembangunan Sumur Bor di Pekanbaru

Cegah Karhutla Sejak Dini, Mabes TNI Tinjau Pembangunan Sumur Bor di Pekanbaru

Pekanbaru(tindaktegas.com)  – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Kesiapan sarana pendukung menjadi bagian penting agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Hal tersebut menjadi perhatian Tim Penyuluh Mabes TNI saat meninjau proses pembangunan sumur bor di Jalan Fajar Jaya RT 006/RW 003, Kelurahan Bandarraya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Kamis (3/9/2026).

Peninjauan dipimpin Katim Karhutla Mabes TNI Marsma TNI Setiawan W. Turut mendampingi Kolonel Sus Adam Sofan, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Denis, Mayor Mar Jonathan, Mayor Arh Adhy, Pasiops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh Nirzam, S.Sos., Danramil 03/Senapelan Kapten Arh Madia Evan Hadi, S.Sos., serta Babinsa Koramil 03/Senapelan Sertu Muslim Ritonga.

Kehadiran tim tersebut sekaligus untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan sumur bor dan memastikan fasilitas yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah yang memiliki potensi ancaman karhutla.

Marsma TNI Setiawan W mengatakan, keberadaan sumber air merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi kebakaran, khususnya ketika musim panas membuat ketersediaan air di permukaan berkurang.

“Yang kita bangun bukan sekadar sumur, tetapi bagian dari kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla. Ketika sumber air tersedia di lokasi yang membutuhkan, kita memiliki modal awal untuk bergerak lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan sarana tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di berbagai daerah.

Ia menilai, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Dengan demikian, ketika muncul titik api, aparat bersama masyarakat tidak lagi harus mencari sumber air dari lokasi yang jauh.

“Prinsipnya adalah siap sebelum terjadi. Jangan sampai ketika api muncul, kita baru sibuk mencari sumber air. Karena itu, sarana seperti sumur bor ini harus dijaga, dirawat dan dipastikan dapat dimanfaatkan ketika sewaktu-waktu diperlukan,” katanya.

Di sisi lain, Marsma TNI Setiawan W mengingatkan bahwa keberadaan fasilitas pendukung tidak akan cukup tanpa kesadaran masyarakat. Menurutnya, pencegahan karhutla harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam menggunakan api di lingkungan sekitar.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan maupun membakar sampah sembarangan, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering.

“Peran masyarakat sangat menentukan. Kalau ada melihat asap atau titik api, jangan menunggu sampai membesar. Segera sampaikan kepada aparat terdekat agar bisa dilakukan pengecekan dan penanganan sedini mungkin,” pesannya.

Sementara itu, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, MPA dan masyarakat akan terus diperkuat. Tidak hanya dalam penanganan saat terjadi kebakaran, tetapi juga melalui patroli, edukasi dan penyediaan sarana pendukung di wilayah rawan.

Pembangunan sumur bor di Kelurahan Bandarraya diharapkan dapat menjadi salah satu penguat kesiapsiagaan di tingkat wilayah. Fasilitas tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung aparat dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kita berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang paling utama tentu bukan bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana api itu jangan sampai terjadi. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling penting,” pungkas Marsma TNI Setiawan W.