Wakil Wali Kota Pekanbaru Ajak Generasi Muda Bentengi Diri dari HIV/AIDS: Stop Perilaku Berisiko, Bangun Generasi Sehat dan Bebas Stigma
TINDAKTEGAS | PEKANBARU,(15/06/26) - Markarius Anwar menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memperkuat upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS melalui edukasi kepada generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, diskusi, dan edukasi tentang bahaya serta dampak HIV/AIDS yang digelar bersama ratusan pelajar SMA se-Kota Pekanbaru, Jumat, 12 Juni 2026, di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Pekanbaru.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS, khususnya di kalangan usia produktif dan remaja.
Dalam sambutannya, Markarius Anwar menegaskan bahwa persoalan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru hari ini melaksanakan sosialisasi, diskusi, dan edukasi mengenai bahaya serta dampak HIV/AIDS kepada siswa-siswi SMA se-Kota Pekanbaru. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Tentu upaya ini harus melibatkan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, generasi muda, tenaga kesehatan, hingga para ulama dan tokoh adat," tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk menjauhi berbagai perilaku yang berisiko terhadap kesehatan, menjaga pergaulan, serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menuju masa depan.
Sementara itu, Bendahara Umum Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru, Farid Rahman Dinata, menegaskan bahwa remaja dan pemuda merupakan aset terbesar dalam pembangunan daerah.
Mengangkat tema "Mewujudkan Generasi Muda Riau yang Cerdas, Sehat, dan Bebas Stigma HIV/AIDS," Farid menyampaikan bahwa kecerdasan generasi muda tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan memahami persoalan kesehatan dan memiliki kepedulian sosial.
"Remaja dan pemuda adalah aset terbesar bagi masa depan Bumi Lancang Kuning. Masa depan yang gemilang hanya dapat dicapai apabila generasi mudanya tumbuh secara optimal. Menjadi cerdas dan sehat bukan hanya soal fisik maupun akademik, tetapi juga kecerdasan emosional dan sosial dalam menyikapi persoalan HIV/AIDS," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farid juga mengingatkan bahwa edukasi mengenai HIV/AIDS selama ini masih sering terhalang oleh stigma, rasa takut, dan berbagai informasi yang keliru.
"Kita ingin memusuhi virusnya, bukan orangnya. Generasi muda yang cerdas adalah mereka yang mendasarkan setiap tindakan pada ilmu pengetahuan, bukan rumor. Generasi yang sehat adalah mereka yang mampu melindungi diri sendiri sekaligus memiliki empati terhadap sesama tanpa memberikan stigma maupun diskriminasi," ungkap Farid di penghujung sambutannya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan penyampaian materi dari para narasumber yang disambut antusias para peserta. Acara dipandu oleh moderator Khoirul Basar sehingga suasana berlangsung komunikatif, penuh semangat, sekaligus memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pencegahan HIV/AIDS sejak usia remaja.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, panitia menyerahkan sertifikat kepada seluruh siswa yang mengikuti kegiatan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun generasi muda Pekanbaru yang sehat, berpengetahuan, serta bebas dari stigma terhadap HIV/AIDS.(*)
Sumber: Tim




