Kapolresta Pekanbaru Gelar Pasukan Guna Jadi Garda Terdepan Ciptakan Pemilu Damai
Pekanbaru (tindaktegas.com) - Kapolresta Pekanbaru bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Pekanbaru melaksanakan Apel Sinergitas lintas sektoral untuk menciptakan Pemilu aman, damai dan kondusif.
Pelaksanaan apel tersebut dilaksanakan di halaman Makodim 0301/Pekanbaru Jalan Ahmad Yani Kelurahan Pulau Karomah Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru, Jumat (05/01/2024) pukul 16.35 WIB.
Tampak hadir dalam apel sinergitas TNI-Polri serta lintas sektoral,Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Jeki S.I.K,. M.Si, Dandim 0301/Pekanbaru Kolonel Kav Yuli Eko Hadiyanto, S. Sos, Pj Walikota Pekanbaru Muflihun, Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudin, Ketua Kejari Pekanbaru, Ketua PN Pekanbaru, Kadispers Lanud Rsn, Danyon Komandan 462 Kopasgat, Danyon Arhanud 13/PBY, Dansat Brimob Polda Riau, Sekda Kota Pekanbaru dan Danramil jajaran Kodim 0301/Pekanbaru.
Apel gabungan yang dilaksanakan Polresta Pekanbaru ini juga merupakan salah satu bukti bahwa sinergitas yang telah terjalin antara penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu, didukung oleh TNI - Polri serta instansi sektoral untuk dapat mewujudkan situasi Pemilu yang aman dan damai.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki saat ditemui awak media menyampaikan telah melaksanakan apel sinergitas TNI - Polri bersama Lintas sektoral untuk mewujudkan pemilu damai dan kondusif.
"Pada hari ini Polresta Pekanbaru dan TNI bersama Lintas sektoral yang terdiri dari Pemerintah Kota Pekanbaru, DPRD Kota Pekanbaru, Kejari, Pengadilan Negeri, Lanud, dan Kopasgat serta ada juga dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan apel sinergitas. Kegiatan apel ini dilaksanakan tugas pengamanan menjalani pemilu yang menampilkan bahwa kita bersinergi dan netralitas dalam pemilu," ungkap Kapolresta
"Pemilu adalah sebuah sarana untuk menyalurkan hak konstitusi tiap warga negara.Baik itu memilih maupun dipilih.Tentu akan terdapat banyak pilihan dan perbedaan ditengah tengah masyarakat akibat multi partai dan proposional terbuka.Sebagai warga negara berhak punya penilaian dan pilihan masing masing.Hanya saja jangan akibat berbeda pilihan tersebut berdampak pada perpecahan dan pertikaian.Tujuan dari Pemilu bukan menciptakan perpecahan tapi wadah untuk memilih putra putri terbaik bangsa yang akan menggerakkan roda pembangunan bangsa,ujar Kapolresta.
Kapolresta Pekanbaru juga menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan politik uang.Sebab Pemilu adalah jalan terbaik bagi masyarakat untuk menyalurkan pilihannya.
"Berikanlah suara masing masing pada putra putri terbaik yang dirasa bisa menjadi perwakilan dalam menyalurkan aspirasi.Selain itu pilihlah sosok yang dianggap mampu untuk memimpin Indonesia untuk lima tahun kedepan.Suara masyarakat akan sangat menentukan maju mundurnya bangsa ini.Jangan hanya karena uang yang tidak seberapa maka nasib bangsa akan menjadi taruhannya.Bangsa ini telah didirikan dengan pengorbanan para pahlawan baik jiwa,raga,harta dan benda,tegas Kapolresta
Kombes Pol Jeki Rahmad Mustika juga mengingatkan kepada seluruh Personil Polri untuk menjaga netralitas menjelang Pemilu 2024.
“Saya mengingatkan kepada seluruh personel TNI AD khususnya yang berada di bawah Kodim 0301/Pekanbaru untuk menjaga netralitas karena ini sangat penting apalagi menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan wakil Presiden (Pilpres) 2024,” tegasnya.
Menurutnya,Polri tidak boleh mendukung siapapun baik dari calon presiden, partai politik, calon anggota legislatif, calon kepala daerah atau siapapun itu. Karena politik TNI adalah politik negara.
”Tidak ada politik praktis, tidak ada dukungan ke Paslon dan tidak memaksakan kepada masyarakat, silahkan saja masyarakat punya figur masing-masing,” katanya.
Saat ini netralitas Polri dan TNI sedang disorot besar-besaran. Untuk itu Kapolresta menegaskan dan mengimbau kepada anggota untuk menjaga netralitasnya.
Dikatakannya, sesuai Undang - Undang yang berlaku setiap Personil Polri yang tidak netral saat Pemilu 2024 tentunya akan diberikan sanksi tegas, bahkan dirinya tidak akan tebang pilih dalam menegakkan aturan terhadap Personil Polri yang tidak netral dan terbukti memihak kepada salah satu calon maupun parpol.
Segala pelanggaran yang dilakukan personil Polri katanya, akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
”Apabila sudah melanggar kode etik maka dikena disiplin, kalau melakukan pelanggaran pidana kita sanksi pidana namun hingga saat ini belum ada anggota yang disanksi karena tidak netral,” jelasnya.
Amrizal




