JARINGAN GELAP TEMBILAHAN: SATU PERSATU ORANG KEPERCAYAAN RANDY IRAWAN MULAI TERKUAK
“Nama Remo disebut sebagai tangan kanan pengendali lapangan dan dugaan pengatur setoran jaringan.”
TINDAKTEGAS | TEMBILAHAN, (23/06/26) – Dugaan jaringan narkotika yang menyeret nama Randy Irawan perlahan mulai membuka tabir baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari sejumlah narasumber di Tembilahan, struktur jaringan yang diduga dibangun Randy disebut tidak bergerak sendiri, melainkan memiliki orang-orang kepercayaan yang menjalankan fungsi berbeda dalam rantai peredaran narkotika di wilayah Indragiri Hilir.
Salah satu nama yang kini mulai ramai diperbincangkan adalah sosok berinisial “Remo”. Narasumber menyebut, Remo diduga menjadi tangan kanan Randy Irawan dalam menjalankan aktivitas jaringan tersebut di lapangan.
“Kalau Randy disebut sebagai pengendali, Remo ini diduga orang lapangannya. Dia yang bergerak, menyetor uang, mengatur distribusi, dan menjaga hubungan ke beberapa pihak,” ungkap seorang sumber kepada media, Jumat (22/05/2026).
Menurut informasi yang berkembang, Remo disebut memiliki peran strategis dalam struktur jaringan. Ia diduga bukan hanya berfungsi sebagai penghubung internal, namun juga disebut-sebut bertugas melakukan penyetoran uang hasil peredaran narkotika kepada sejumlah pihak tertentu.
Bahkan, sumber menyebut nama Remo kerap dikaitkan dengan dugaan setoran kepada oknum tertentu, termasuk kepada pejabat di lingkungan penanganan narkotika pada periode sebelum pejabat saat ini menjabat. Namun demikian, hingga kini informasi tersebut masih berupa keterangan sumber dan belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum.
Rangkaian informasi tersebut kini mulai menjadi perhatian publik, terlebih setelah Divisi Propam Polda Riau turun langsung melakukan pendalaman terhadap perkara yang sedang viral di Indragiri Hilir.
Sejumlah pihak mendesak agar pengusutan tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, tetapi juga menelusuri dugaan aliran dana, pola perlindungan, hingga kemungkinan adanya keterlibatan oknum aparat yang diduga menerima setoran dari jaringan tersebut.
Pengamat menilai, apabila dugaan struktur jaringan ini benar adanya, maka pola yang digunakan menyerupai sindikat terorganisir dengan pembagian tugas yang jelas, mulai dari pengendali, pengedar lapangan, pengumpul uang, hingga jalur komunikasi dengan pihak-pihak tertentu.
Ketua DPD GRANAT Riau, Dr. Freddy Simanjuntak, SH, MH, sebelumnya juga menegaskan bahwa pengungkapan jaringan narkotika di Riau tidak boleh berhenti setengah jalan.
“Kalau memang mau bersih, buka semuanya. Jangan hanya pemain bawah. Siapa pengendalinya, siapa penikmat aliran uangnya, siapa yang membekingi, itu harus dibongkar. Riau ini sudah darurat narkoba,” tegas Freddy.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait atas informasi yang berkembang tersebut, termasuk kepada aparat penegak hukum di lingkungan Polres Inhil dan Polda Riau.(*)
Sumber: Bob | Red




