Hasil Pemeriksaan DLH Dipertanyakan, Respons Humas Lapas Gobah Kembali Disorot
TINDAKTEGAS | PEKANBARU,(06/05/26) — Setelah hampir satu bulan isu dugaan pembuangan limbah MCK dari Lapas Gobah bergulir, publik kini mempertanyakan: apa hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)?
Hingga saat ini, hasil resmi pemeriksaan tersebut belum diterima oleh pihak yang mengajukan perhatian atas kasus ini, termasuk pengurus DPD Lembaga Independen Nusantara (LIN) Riau.
Surat Hasil DLH Tak Kunjung Diterima
Ketua DPD LIN Riau, Hardedi, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima salinan hasil pemeriksaan meskipun sebelumnya sempat ada komunikasi dari pihak lapas.
“Beberapa minggu lalu sempat ada petugas lapas yang menghubungi, menanyakan apakah surat dikirim via email atau resmi. Kami minta dikirim dalam bentuk surat resmi dan diantar ke sekretariat,” ujarnya.
Namun hingga kini, surat yang dimaksud belum diterima. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
Upaya Pengambilan Surat Tidak Mendapat Respons
Pengurus LIN Riau, Bob, menyebut pihaknya bahkan telah mendatangi langsung untuk mengambil dokumen tersebut, namun tidak memperoleh tanggapan.
“Hari ini kami datang untuk mengambil surat itu, tapi tidak ada respons. Dari kemarin kami juga mencoba menghubungi humas, tapi tidak direspons. Padahal tujuan kami hanya ingin mengambil surat tersebut,” katanya.
Situasi ini memperkuat kesan adanya hambatan dalam akses informasi yang seharusnya bersifat terbuka.
Humas Kembali Jadi Sorotan
Sikap kehumasan di Lapas Gobah kembali menjadi perhatian. Sejumlah pihak menilai respons yang diberikan tidak mencerminkan fungsi humas sebagai penghubung informasi publik.
Bob bahkan menyampaikan kritik tajam terhadap sulitnya komunikasi dengan petugas yang bersangkutan.
“Jopri sudah saya telepon, tidak diangkat sejak kemarin sampai hari ini. Rusdy juga sama. Humas paling sibuk se-Lapas di Indonesia saya rasa, bahkan terasa lebih sibuk dari Kalapas atau KPLP,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan atas minimnya respons terhadap upaya komunikasi yang dilakukan secara berulang.
Transparansi Jadi Sorotan Utama
Dalam kasus yang telah menjadi perhatian publik selama hampir satu bulan, transparansi menjadi hal krusial.
Publik menilai, jika pemeriksaan telah dilakukan oleh DLH, maka hasilnya:
- Perlu disampaikan secara terbuka
- Dapat diakses oleh pihak terkait
- Menjadi dasar kejelasan atas dugaan yang berkembang
Keterlambatan atau tidak adanya kejelasan justru berpotensi memperpanjang polemik.
Dorongan untuk Kanwil dan Pemerintah Daerah
Melihat perkembangan ini, dorongan kembali mengarah kepada:
Kanwil Kemenkumham Riau untuk memastikan keterbukaan dan evaluasi internal
Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya melalui DLH, untuk menyampaikan hasil pemeriksaan secara transparan
Langkah ini dinilai penting agar persoalan tidak berlarut tanpa kepastian.
Publik Menunggu Kepastian
Kasus dugaan limbah MCK Lapas Gobah kini memasuki fase krusial. Setelah pemeriksaan dilakukan, publik tidak lagi hanya menunggu klarifikasi, tetapi kepastian.
Jika hasil sudah ada, maka seharusnya dapat disampaikan secara terbuka.
Jika belum, maka perlu dijelaskan secara jujur.
Karena dalam isu yang menyangkut lingkungan dan kepentingan masyarakat, yang paling dibutuhkan bukan sekadar proses, tetapi hasil yang jelas dan transparan.(*)
Sumber: Bob | Red




