Gotong Royong Jadi Kekuatan, TNI dan Warga Bersama Bangun Jembatan Garuda
Pekanbaru(tindaktegas.com) – Terik matahari tak menyurutkan langkah personel Kodim 0301/Pekanbaru dan warga untuk terus bekerja bersama menyelesaikan pembangunan Jembatan Garuda di Jalan Srikandi, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Rabu (12/8/2026).
Di lokasi pembangunan, suasana berbeda dari biasanya terlihat. Seragam loreng TNI berpadu dengan pakaian warga yang datang membantu. Ada yang mengangkat material, memasang plang besi, hingga mengerjakan plesteran pada bagian dinding jembatan.
Pekerjaan dilakukan sederhana, namun penuh semangat kebersamaan. Sambil menyelesaikan tugas masing-masing, personel Kodim dan masyarakat sesekali berbincang dan saling membantu. Bagi mereka, pembangunan jembatan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga tentang bagaimana sebuah fasilitas dibangun melalui kepedulian bersama.
Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat pun mendapat sambutan positif. Warga merasa terbantu karena pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama dapat membuat proses pembangunan berjalan lebih cepat.
Pasiter Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Inf M. Fadhil mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaannya.
“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah kebersamaannya. Kami datang bukan hanya untuk membantu pekerjaan, tetapi juga ingin tumbuh dan bekerja bersama masyarakat. Ketika TNI dan rakyat bergandengan tangan, pekerjaan yang berat terasa lebih ringan,” ujar Mayor Inf M. Fadhil.
Menurutnya, semangat gotong royong merupakan kekuatan yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai tersebut perlu terus dipelihara, terutama dalam membangun fasilitas yang nantinya digunakan dan dirasakan manfaatnya secara bersama-sama.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang dengan sukarela ikut terlibat dalam pembangunan Jembatan Garuda.
“Partisipasi masyarakat sangat berarti. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan wilayahnya.
Mudah-mudahan jembatan ini segera selesai dan nantinya dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Bagi masyarakat sekitar, Jembatan Garuda bukan hanya sebuah bangunan yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya. Jembatan tersebut diharapkan menjadi akses yang memudahkan mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Dari proses pembangunan itulah semangat kebersamaan kembali terlihat. Tangan-tangan yang bekerja bersama hari ini menjadi bagian dari sebuah harapan agar akses yang lebih baik dapat segera dinikmati masyarakat.
Gotong royong pun menjadi cerita tersendiri di balik berdirinya Jembatan Garuda bahwa sebuah pembangunan akan terasa lebih berarti ketika dikerjakan bersama, untuk kepentingan bersama.
Amrizal




