Di Bawah Panas Terik, TNI dan Rakyat Bersatu Bangun Jembatan Gantung Garuda
Pekanbaru(tindaktegas.com) - Di bawah terik matahari yang menyengat, semangat prajurit TNI bersama masyarakat tetap membara dalam pelaksanaan pembangunan tiga unit Jembatan Gantung Garuda di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).
Pembangunan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menghadirkan akses penghubung yang lebih aman, nyaman, serta mendukung kelancaran aktivitas warga sehari-hari.
Salah satu titik pembangunan berada di Jalan Sri Kurnia Ujung, Kelurahan Agro Wisata, Kecamatan Rumbai Barat. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 61,15 persen, dengan pekerjaan difokuskan pada perakitan besi sebagai pondasi cor jembatan.
Jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses penghubung antara Kelurahan Palas dan Kelurahan Agro Wisata menuju Pasar Maronan serta Jalan Lintas Siak 2. Selama ini, masyarakat harus menghadapi keterbatasan akses yang cukup menyulitkan, terutama saat membawa hasil kebun maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan panjang jembatan 11 meter dan lebar sungai 2 meter, masyarakat berharap pembangunan ini segera rampung agar aktivitas ekonomi dan sosial dapat berjalan lebih lancar.
Di lokasi lainnya, pembangunan Jembatan Garuda juga berlangsung di Jalan Payung Sekaki, Kelurahan Labuh Baru Barat. Saat ini, progres pembangunan mencapai 6,65 persen dengan tahap awal berupa pembersihan lahan.
Jembatan ini nantinya akan menjadi jalur penting bagi masyarakat dan para pelajar yang setiap hari melintas menuju Jalan Fajar maupun sebaliknya. Dengan panjang bentangan 13 meter dan lebar sungai 8,40 meter, keberadaan jembatan ini sangat dinantikan karena akan memberikan rasa aman dan nyaman saat melintas.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Garuda di Jalan Fajar, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, juga terus berjalan dengan progres mencapai 27,85 persen. Saat ini, personel masih melanjutkan proses perakitan besi guna menunjang tahapan konstruksi berikutnya.
Jembatan ini nantinya akan menjadi akses strategis yang menghubungkan Jalan As Shofa menuju Jalan Payung Sekaki dan sebaliknya. Dengan panjang bentangan 14 meter dan lebar sungai 9 meter, jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi warga sekitar.
Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol harapan baru bagi masyarakat setempat. Kehadirannya akan menjadi penghubung vital yang mempermudah aktivitas warga, membuka akses ekonomi, serta mempercepat mobilitas antarwilayah.
Semangat kebersamaan yang terpancar di lokasi menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun negeri. Di tengah keterbatasan, mereka terus melangkah, merangkai harapan demi masa depan yang lebih baik.
Amrizal




