GPRPM Meminta Pemprov Copot Jabatan Dirut Riau Petroleum Rokan Karena Hobi Dugem

GPRPM Meminta Pemprov Copot Jabatan Dirut Riau Petroleum Rokan Karena Hobi Dugem

Gerakan Pemuda Riau Peduli Migas(GPRPM) Meminta agar adanya evaluasi pada jajaran Komisaris dan direksi PT Riau Petroleum Rokan.Sebab menurut GPRPM melalui Bobi banyak permasalah dan juga ketidak profesional yang terjadi di Riau Petroleum Rokan.Permintaan ini agar Riau Petroleum Rokan makin baik dan profesional dalam mengelola migas di Riau.

"Kami melihat pengelolaan PT Riau Petroleum Rokan saat ini tidak seperti yang diharapkan.Hal ini tak lepas kurang profesional komisaris dan juga direktur dalam menjalankan tugasnya.Padahal dalam mengelola perusahaan milik daerah itu butuh orang yang punya komitmen,dedikasi dan integritas tinggi,ujar Bob

"Beberapa permasalahan yang kami temukan diantaranya adalah soal dana Participacing Interest (PI) sebesar 10 %.Sebenarnya tujuan dana ini adalah mengakomodir aspirasi daerah, Melindungi kepentingan masyarakat daerah, Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat daerah.Namun hal itu sepertinya tidak bisa dirasakan oleh masyarakat Riau secara umumnya,"lanjutnya

"Tidak dapatnya masyarakat menikmati dana PI ini tak lepas dari besarnya pengeluaran untuk tantiem bonus.Dimana dana tersebut kini diduga banyak dinikmati oleh direksi dan komisaris saja.Memang benar dana Tantiem bisa diberikan pada direksi dan komisaris tapi harus tetap dipertimbangkan untuk kepentingan masyarakat.Karena yang harusnya paling menikmati dari dana tersebut adalah masyarakat Riau bukan hanya segelintir orang,"ungkap Bobi

"Hal lain yang juga kami sorot adalah soal Peri Adriandi selalu Direktur PT Riau Petroleum Rokan.Menurut hemat kami beliau adalah seorang yang tidak berintegritas.Adab dan nilai nilai Melayu tidak ada dalam dirinya.Sebagai seorang Direktur yang diberi kepercayaan di negeri Melayu Peri Adrian tidak menunjuk sikap seorang anak Melayu.Perri sering terlihat keluar masuk dan berpesta di Hiburan malam.Apakah ini prilaku anak Melayu yang bersandikan pada syarak yang jauh dari perbuatan tercela.Kredibilitas dan integritas inilah yang kami ragukan,"tambahnya

Diluar kehidupan malam yang gandrung dilakukan ,Peri adalah seorang yang suka gaya hidup mewah.Bahkan jika dilihat dari gaji yang didapat sebagai direktur maka kami rasa tidak wajar.Mungkin karena hal itu yang membuat dana Tantiem tidak bisa dirasakan masyarakat.Diduga dana itulah yang dipakai untuk memenuhi gaya hidup mewahnya".

Atas beberapa persoalan diatas GPRPM meminta agar LAM bisa melakukan pembinaan dan menjaga marwah negeri Melayu yang telah dilakukan penyimpangan dari nilai nilai Melayu oleh para pejabat negeru ini.Selain itu GPRPM berharap agar Peri dicopot dari jabatannya.Hal ini agar Riau Petroleum Rokan bisa lebih maju kedepannya dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat."

GPRPM juga berharap jajaran Komisaris bisa dilakukan perombakan demi kemajuan Riau Petroleum Rokan.

"Persoalan ini bisa terjadi akibat tidak fokusnya Zulkifli sebagai Komisaris.Rangkap jabatan yang kini diemban membuat dirinya tidak mampu mengontrol dan memantau Riau Petroleum Rokan secara baik.Sehingga kini banyak terjadi persoalan disana.Harapannya pemrov Riau bisa melakukan pergantian Zulkifli dan menempatkan orang yang bisa membawa Riau Petroleum Rokan jadi lebih baik