Tim Penyuluh Mabes TNI Gelar Penyuluhan Karhutla di Bukit Raya
Pekanbaru(tindaktegas.com) – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan penyuluhan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kota Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dipimpin Marsma TNI Setiawan W dan berlangsung di Posko Karhutla Kecamatan Bukit Raya, Jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Selasa (8/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Marsma TNI Setiawan W didampingi Kolonel Inf Oni Kristiono, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Kolonel Sus Adam, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Mar Jonathan, Mayor Mar Denis dan Mayor Arh Adhy.
Turut hadir Pasi Ops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh Nirzam, S.Sos., Camat Bukit Raya Defna Leony, S.IP., M.Si., Lurah Simpang Tiga Harmendra, S.Sos., Danpos Kecamatan Bukit Raya Peltu H. Masturo, Babinsa se-Kecamatan Bukit Raya, Bhabinkamtibmas, Ketua LPM Kelurahan, Ketua Forum Kelurahan Simpang Tiga, Ketua RW 01 serta warga Kelurahan Tangguh Bencana.
Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai potensi bahaya kebakaran, langkah pencegahan serta pentingnya pelaporan secara cepat apabila ditemukan titik api maupun kepulan asap.
Letkol Arh Zainal Arifin menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya mengandalkan aparat maupun petugas di lapangan.
“Pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan lingkungan. Jangan sampai api baru ditangani setelah membesar, tetapi harus dicegah sejak dini,” ujar Letkol Arh Zainal Arifin.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu langkah sederhana namun sangat penting dalam mencegah terjadinya Karhutla.
“Apabila melihat adanya asap atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat kewilayahan maupun petugas terkait. Kecepatan informasi sangat membantu dalam melakukan penanganan sehingga api tidak meluas,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan, keberadaan Kelurahan Tangguh Bencana diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk Karhutla.
“Kita berharap edukasi ini dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing. Dengan kepedulian, kewaspadaan dan sinergi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait serta masyarakat, potensi Karhutla dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, TNI terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kesiapsiagaan bencana. Upaya pencegahan diharapkan tidak hanya dilakukan saat musim rawan kebakaran, tetapi menjadi kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Amrizal




