Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Tinjau Kesiapan Penanganan Karhutla di Wilayah Kodim 0301/Pekanbaru
Pekanbaru(tindaktegas.com) - Kodim 0301/Pekanbaru menerima kunjungan Tim Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kota Pekanbaru.
Tim yang dipimpin Marsma TNI Setiawan W bersama Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Mar. Denis, Mayor Mar. Jonathan dan Mayor Arh Adhy, tiba di Makodim 0301/Pekanbaru, Jalan Puyuh, Kota Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).
Kedatangan rombongan disambut Pasi Ops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh. Nirzam, Pasi Ter Mayor Inf. M. Fadhil, Pasi Pers Mayor Inf. Bram Erizal, serta para Danramil jajaran Kodim 0301/Pekanbaru.
Dalam kegiatan tersebut, Pasi Ops Kodim 0301/Pekanbaru memaparkan kondisi dan situasi Karhutla di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru, termasuk langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Saat ini, Subsatgas Pencegahan Karhutla wilayah Kota Pekanbaru berada pada tingkat Klaster II dengan dukungan 20 personel mobile serta satu unit mobil pemadam Kodim 0301/Pekanbaru.
Upaya pencegahan dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pihak sesuai kapasitas masing-masing. Pendekatan yang dikedepankan tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga mengutamakan aspek kesejahteraan, sosial budaya dan pelestarian lingkungan. Langkah hukum ditempatkan sebagai upaya terakhir.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan untuk membangun kesadaran agar masyarakat turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Kodim 0301/Pekanbaru juga memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla. Berdasarkan dokumen resmi Rencana Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Riau, wilayah Kota Pekanbaru memiliki Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dengan total luas area gambut terpetakan mencapai 1.927,59 hektare. Sebagian wilayah gambut tersebut berada di Kecamatan Rumbai dan Payung Sekaki.
Sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan antara lain masih adanya masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, keterbatasan sumber air saat musim kemarau ekstrem, akses geografis menuju lokasi kebakaran yang sulit, serta keterbatasan sarana dan prasarana pemadam apabila terjadi kebakaran di lebih dari satu titik.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kodim 0301/Pekanbaru telah menyiapkan sejumlah langkah pra-bencana, mulai dari optimalisasi perangkat kewilayahan, pengecekan sarana dan prasarana pengendalian Karhutla, penyiapan pos terpadu di daerah rawan, penyuluhan dan sosialisasi, patroli pencegahan, hingga rencana pembuatan sumur bor sebagai sumber air pemadaman.
Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus didorong, termasuk dalam pembentukan tim reaksi cepat untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.
Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Kodim 0301/Pekanbaru terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0301/Pekanbaru yang telah menyambut kedatangan kami dalam rangka pelaksanaan penyuluhan Karhutla di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI akan berada di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru kurang lebih selama satu bulan. Selain memberikan penyuluhan, tim juga akan melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah lokasi yang pernah mengalami Karhutla.
“Mulai besok kami akan meninjau titik-titik lokasi pasca Karhutla di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para perwira Kodim 0301/Pekanbaru. Diskusi membahas berbagai persoalan di lapangan, termasuk pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman, rehabilitasi lahan serta pentingnya sinergi antarinstansi dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kota Pekanbaru semakin optimal. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan.
Amrizal




