Satgas TMMD ke-127 Bantu Masak, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI–Rakyat

Satgas TMMD ke-127 Bantu Masak, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI–Rakyat

Pekanbaru(tindaktegas.com) - Pelaksanaan TMMD ke-127 oleh Kodim 0301/Pekanbaru tak hanya menghadirkan pembangunan fisik bagi masyarakat, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara prajurit TNI dengan warga. Suasana penuh kehangatan terlihat saat personel Satgas TMMD membantu orang tua asuh memasak di dapur tempat mereka tinggal selama kegiatan TMMD, bertempat di rumah Ibu Sunarti, Jalan Padat Karya, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Selasa (17/02/2026).

Rumah warga di Kelurahan Tuah Negeri menjadi tempat menginap personel Satgas TMMD selama kurang lebih 30 hari. Selama tinggal bersama masyarakat, personel Satgas tidak hanya menjalankan tugas pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari warga. Dari bangun pagi, bekerja bersama di lapangan, hingga kegiatan sederhana di dapur, semua dijalani dengan penuh kebersamaan layaknya sebuah keluarga.

Dan SSK TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru, Lettu Kav Heri Kurniawan mengatakan, kebersamaan antara personel Satgas TMMD dengan orang tua asuh merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Selama kurang lebih 30 hari kami tinggal bersama warga. Tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional, saling membantu, saling menghargai, serta mempererat tali silaturahmi. Dari hal sederhana seperti memasak bersama di dapur, tumbuh rasa kekeluargaan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedekatan yang terjalin selama TMMD diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dilakukan bersama. Kebersamaan ini juga menjadi penguat semangat personel Satgas dalam melaksanakan tugas pengabdian di tengah masyarakat.

Melalui kebersamaan yang terbangun secara alami ini, TMMD ke-127 diharapkan benar-benar menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Bukan hanya menghadirkan perubahan secara fisik, tetapi juga menghadirkan kehangatan, rasa saling percaya, dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.