Skandal Perawatan Halte Bus TMP Pekanbaru: Anggaran Rp 1,17 Miliar Dipertanyakan, Kejati Riau Diminta Bertindak!
TINDAKTEGAS.COM | PEKANBARU – Proyek perawatan halte bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru kini menjadi sorotan tajam. Dengan total anggaran mencapai Rp 1,17 miliar dari APBD Perubahan 2023, proyek ini terdiri dari enam paket kegiatan yang masing-masing bernilai Rp 195 juta. Proyek ini mencakup halte di Jalan Imam Munandar, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan HR Soebrantas, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Hang Tuah, dan Jalan Kaharuddin Nasution serta direncanakan mulai dikerjakan pada November 2023.
Namun, proyek ambisius ini justru menuai kecurigaan. Kepala UPT Pengelolaan Trans Pekanbaru, Sarwono, S.ST, memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait progres perawatan halte ini. Keheningan dari pihak terkait semakin menimbulkan tanda tanya besar. Apakah proyek ini benar-benar berjalan sesuai perencanaan, ataukah ada indikasi penyimpangan?
Aliansi Pemuda Anti Korupsi Murka, Lapor Kejati Riau
Ketua Aliansi Pemuda Anti Korupsi, Bob Riau, tak tinggal diam. Merasa ada kejanggalan dalam proyek ini, pihaknya resmi melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Rabu, 5 Februari 2025.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakjelasan ini! Kami sudah melaporkan masalah ini ke Kejati Riau dan mendesak pihak berwenang segera mengusut dugaan penyelewengan anggaran proyek perawatan halte TMP ini,” tegas Bob Riau dengan nada geram.
Ia juga mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum ada langkah konkret dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru untuk menyelidiki dugaan penyimpangan proyek ini.
Benarkah Ada Dugaan Korupsi?
Sorotan publik semakin tajam karena transparansi proyek ini patut dipertanyakan. Dengan anggaran yang cukup besar, publik berhak mengetahui ke mana aliran dana tersebut dan sejauh mana realisasi proyek di lapangan. Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, seharusnya pihak terkait tak perlu bungkam ketika dikonfirmasi media.
Masyarakat Pekanbaru kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum. Akankah Kejati Riau segera bertindak dan mengusut dugaan penyimpangan proyek perawatan halte bus TMP ini? Ataukah kasus ini akan berakhir menjadi sekadar isu tanpa kejelasan?
Skandal ini harus diungkap! Publik menanti keadilan dan transparansi dari para pemangku kebijakan.(*)
Editor: Red




